Dirjen Pendis Kemenag RI Tekankan Pramuka Madrasah sebagai Penguat Karakter dan Kepedulian Lingkungan
KOTA BENGKULU — Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, Amin Suyitno menegaskan bahwa pendidikan kepramukaan di lingkungan madrasah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang disiplin, berakhlak, cinta tanah air, serta peduli terhadap lingkungan dan sesama.
Hal tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Orientasi Gerakan Pramuka Madrasah di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu yang digelar di Grage Hotel Bengkulu, Jumat (22/5/2026).
Dalam sambutannya, Amin Suyitno menyampaikan bahwa Gerakan Pramuka bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler, melainkan bagian penting dari pendidikan karakter yang sangat relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini.
“Pendidikan Pramuka adalah bagian penting dari pendidikan karakter. Di dalamnya terdapat pembinaan kedisiplinan, tanggung jawab, kepemimpinan, gotong royong, hingga kepedulian terhadap sesama dan lingkungan,” ujarnya.
Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam Dasa Dharma Pramuka sangat sejalan dengan program prioritas Kementerian Agama, khususnya implementasi Asta Protas Kemenag serta penguatan program ecotheology atau kepedulian terhadap lingkungan berbasis nilai keagamaan.
Ia menjelaskan, Gerakan Pramuka mengajarkan peserta didik untuk mencintai alam, menjaga kelestarian lingkungan, hidup disiplin, dan membangun solidaritas sosial sebagai bagian dari implementasi nilai kemanusiaan dan keagamaan.
“Pramuka mengajarkan bagaimana mencintai alam, menjaga lingkungan, hidup disiplin, dan membangun solidaritas. Ini sejalan dengan semangat kurikulum berbasis cinta yang sedang kita dorong di madrasah,” jelasnya.
Selain itu, Dirjen Pendis juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas bagi seluruh pembina Pramuka dan ASN Kementerian Agama dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat dan pendidik generasi bangsa.
“Jika integritas kita baik, maka kita akan dikenang sepanjang masa. Sebaliknya, jika integritas kita buruk, hal itu juga akan terus menjadi sorotan, terutama bagi generasi penerus,” tegasnya.
Melalui kegiatan orientasi tersebut, Amin Suyitno berharap peserta didik madrasah tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, semangat kebangsaan, serta kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan sosial.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, Saefuddin menyampaikan bahwa kegiatan orientasi ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi, kesiapan, dan semangat kebersamaan seluruh unsur madrasah dalam menyukseskan kegiatan kepramukaan di lingkungan Kemenag Bengkulu.
“Gerakan Pramuka Madrasah memang harus menjadi media pembinaan karakter yang efektif dalam membentuk generasi muda madrasah yang tangguh, kreatif, berintegritas, dan memiliki semangat kebangsaan,” ungkapnya.
Kegiatan orientasi berlangsung antusias dan diikuti para pembina serta penggerak Pramuka madrasah dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu.
Acara pembukaan ditandai dengan pemukulan dol khas Bengkulu dan turut dihadiri Staf Khusus Menteri Agama RI Ismail Cawidu, Rektor UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Rektor IAIN Curup, Ketua Kwarda Bengkulu Hamka Sabri, Kabag Tata Usaha Kanwil Kemenag Bengkulu, para kepala bidang, pembimas, serta kepala madrasah se-Provinsi Bengkulu.
Amin Suyitno Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia

Facebook comments