Menag Nasaruddin Umar Implementasikan Ekoteologi di Danau Dendam Tak Sudah Lewat Tabur Benih Ikan dan Pelepasan Burung
Bengkulu — Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Provinsi Bengkulu melaksanakan kegiatan tabur benih ikan dan pelepasan burung di Danau Dendam Tak Sudah, Kamis (23/4/2026). Kegiatan ini merupakan implementasi program ekoteologi yang menjadi bagian dari Asta Protas Kementerian Agama RI.
Kegiatan yang digelar di salah satu ikon wisata dan kawasan konservasi Kota Bengkulu ini berlangsung khidmat sekaligus penuh semangat kebersamaan. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, Saefudin, selaku penyelenggara, Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi, Rektor UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Rektor IAIN Curup, unsur Forkopimda Provinsi Bengkulu, jajaran pejabat di lingkungan Kanwil Kemenag, tokoh lintas agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta masyarakat yang antusias menyaksikan kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Menteri Agama mengisahkan teladan kepemimpinan Nabi Sulaiman AS, khususnya saat bermusyawarah dalam upaya memindahkan Mahkota Ratu Balqis. Kisah tersebut, menurutnya, menggambarkan kekaguman atas keindahan dan kebesaran ciptaan serta hasil karya yang selaras dengan nilai-nilai ketuhanan.
“Kisah Nabi Sulaiman dan Ratu Balqis memberikan pelajaran bahwa keindahan dan harmoni adalah bagian dari tanda kebesaran Tuhan. Hal ini senada dengan apa yang kita saksikan hari ini di Bengkulu, bagaimana masyarakat dapat merasakan kekaguman atas keindahan Danau Dendam Tak Sudah,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa di Kementerian Agama tidak ada kata terlambat untuk mengimplementasikan ekoteologi. Melalui kegiatan ini, nilai-nilai keagamaan dihadirkan dalam bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan.
“Hari ini kita melepaskan benih ikan, disaksikan keceriaan air danau yang mengalir. Ini adalah implementasi ekoteologi yang unik. Jika di tempat lain kegiatannya menanam pohon, maka di Bengkulu kita menghadirkan sesuatu yang berbeda, yaitu melepaskan benih ikan ke air dan burung ke udara,” tambahnya.
Sementara itu, Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, menyampaikan bahwa pemilihan Danau Dendam Tak Sudah sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Selain memiliki nilai ekologis tinggi, kawasan ini juga memiliki posisi strategis sebagai ruang publik dan destinasi wisata.
“Danau Dendam Tak Sudah merupakan satu-satunya danau yang berada di tengah Kota Bengkulu. Kawasan ini telah ditetapkan sebagai cagar alam sekaligus destinasi wisata populer di Kelurahan Dusun Besar, dengan luas mencapai sekitar 550 hingga 577 hektare. Karena itu, sangat tepat dijadikan lokasi implementasi ekoteologi,” jelasnya.
Dengan latar keindahan alam Danau Dendam Tak Sudah, kegiatan ini tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga menyampaikan pesan kuat bahwa harmoni antara manusia, alam, dan nilai-nilai spiritual harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.
Menag Nasaruddin Umar Implementasikan Ekoteologi di Danau Dendam Tak Sudah Lewat Tabur Benih Ikan dan Pelepasan Burung

Facebook comments