Mahasiswa Yarsi Ikut Merintis Ruang Kreatif Baca di Tebet
Wartaprima.com - Mahasiswa Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi Universitas YARSI, Jakarta melakukan kuliah kerja nyata (KKN) di Perpustakaan Baca di Tebet. Tiga orang mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan KKN antara lain Adhy Pradita, Nur Oktaviana, dan Rani Saharah. Program kerja yang dilakukan seperti pengolahan koleksi data bibliografi menggunakan program perangkat lunak SLiMS 9 Bulian, promosi acara yang diadakan di tebet pada media sosial instagram, serta diskusi mengenai literasi dengan para pegiat literasi dari beberapa daerah di Indonesia.
“Konsep hadirnya rumah di tebet adalah makan di tebet dan baca di tebet.”Tutur Mas Wien Muldian pendiri perpustakaan baca di tebet. Rumah di tebet menjadi ruang kreatifitas bagi jejaring organisasi Indonesia Writers Ink dalam menulis dan menerbitkan buku.Dan Organisasi Perkumpulan Literasi Indonesia relawan pustakawan, pegiat literasi dan pendidikan agar dapat bermanfaat untuk mengembangkan dan menumbuhkan minat bacadan menulis di kalangan masyarakat, sebab perpustakaan baca di tebet terbuka untuk umum.
“Kami Mahasiswa yarsi yang melaksanakan KKN di perpustakaan baca di tebet menjadikan KKN suatu pengalaman baru. Kegiatan yang dilakukan mulai dari pengolahan koleksi buku-buku dengan perangkat lunak sistem manajemen perpustakaan yaitu Senayan Library Management System(SLiMS). Membuat promosi koleksi buku dan kegiatan acara di tebet via sosial media Instagram. Membuat podcast dengan Mba Andari Karina Anom, salah satu donator buku yang mendonasikan buku-buku koleksi pribadi milik ayahanda beliau Alm Bapak H. Gambar Anom agar dapat akses dan dimanfaatkan pemustaka yang datang ke perpustakaan baca di tebet.” ujar Nur Oktaviana.
“Kegiatan KKN sekaligus merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat”. ujar Rani Saharah. Rani menjelaskan dalam mengembangkan program literasi informasi yaitu dengan membuat acara diskusi dengan komunitas dan pegiat literasi Pendidikan.Ada Mas Ai Nurhidayat pendiri SMK Bakti Karya dari Pangandaran yang berbagi pengalaman memperjuangkan Pendidikan untuk anak-anak yang luput dari perhatian pendidikan. Tak lupa juga Menikmati keseruan bernyanyi bersama dengan Mas Reza Mahdi disela kesibukan sebagai pustakawan dan penulis buku.
Kemudian, Adhy menambahkan kesan-kesan yang menarik dapat berbagi pengalaman dengan Mba Inggri Dwi Rahesi pendiri Klub Buku konde sartika dari Tasikmalaya. Meresapiarti makna kebudayaan dan pelestarianbersama mas Baskoro Pop pegiat pelestarian dari Lasem.Walaupun dalam waktu yang singkat selama dua bulan namun meninggalkan kesan mendalam bagi kami, mahasiswa yarsibisa ikut serta merintis ruang kreatif baca di tebet melalui kuliah kerja nyata di lapangan.
Foto bersama

Facebook comments