Skip to main content
x
ICS-100 dan ICS -200 Sebagi Pembicara Dalam penanggulangan Bencana ICS-100 dan ICS -200 Sebagi Pembicara Dalam penanggulangan Bencana

Tanggulangi Bencana, BPBD kota Bengkulu Datangkan ICS-100 dan ICS -200 Sebagi Pembicara Dalam penanggulangan Bencana

Lensabengkulu.com – BPBD Kota Bengkulu Saat mengadakan Acara Pascific Partenrship2018 juga mengundang materi yang sangat penting seperti konsep Incident Command System(ICS) ini sangat diperlukan oleh para pelaku di daerah untuk memperkuat sistem komando penanganan darurat bencana.

Konsep ICS ini perlu diberikan kepada pelaku tanggap darurat bencana di tingkat daerah, khususnya aparatur pemerintah daerah. Ini dilatarbelakangi bahwa mereka pada dasarnya pemegang fungsi komando dan kendali utama apabila terjadi bencana atau insiden.

Demikian disampaikan Kepala BPBD Kota bengkulu selupati Penanggulangan Bencana dalam pelatihan Basic ICS- 100 dan ICS-200, Hotel Madline Senin (26/3/2018).

“Proses adaptasi ICS ke dalam sistem penanganan darurat bencana yang kita miliki juga harus melibatkan pihak daerah,” kata Sulupati saat wawancara pada pembukaan acara.

ICS merupakan manajemen yang diterapkan pada tingkat taktis operasional. ICS merupakan konsep manajemen yang dikembangkan oleh Amerika Serikat yang berawal dari penanganan insiden kebakaran hutan yang cukup besar di California pada tahun 1970an. ICS ini memiliki 5 fungsi utama untuk operasi penanganan darurat bencana.

"Komponen ini yang terdapat di dalam ICS. Oleh karena itu, pelatihan berjenjang di tingkat daerah atau lokal sangat dibutuhkan untuk memperluas pengetahuan dan pemahaman konsep ICS," kata Selupati

Selupati menyampaikan, bahwa Bengkulu Daerah di indonesia di antara tujuh negara di kawasan ASEAN yang mempelajari ICS. Sementara itu, Thailand dan Filipina telah mengoperasionalkan adaptasi ICS dalam sistem penanggulangan bencana.

Beberapa fungsi yang penting dalam menghadapi bencana antara lain komando, operasi, perencanaan, logistik serta keuangan dan administrasi. Kelima fungsi diterapkan untuk menjawab berbagai permasalahan yang sering timbul dalam penanganan bencana jenis apapun, seperti satu supervisor bertanggung jawab untuk mengelola begitu banyak bawahan atau sumberdaya, struktur organisasi penanganan darurat bencana yang digunakan oleh berbagai pihak berbeda-beda, lambatnya ketersediaan informasi yang akurat, sistem komunikasi yang kurang memadai dan tidak compatible satu dengan yang lain, dan tidak adanya proses perencanaan yang terkoordinasi secara terstruktur di antara para pelaku tanggap darurat (adv/fice).

ICS-100 dan ICS -200 Sebagi Pembicara Dalam penanggulangan Bencana ICS-100 dan ICS -200 Sebagi Pembicara Dalam penanggulangan Bencana
ICS-100 dan ICS -200 Sebagi Pembicara Dalam penanggulangan Bencana ICS-100 dan ICS -200 Sebagi Pembicara Dalam penanggulangan Bencana
ICS-100 dan ICS -200 Sebagi Pembicara Dalam penanggulangan Bencana ICS-100 dan ICS -200 Sebagi Pembicara Dalam penanggulangan Bencana
ICS-100 dan ICS -200 Sebagi Pembicara Dalam penanggulangan Bencana ICS-100 dan ICS -200 Sebagi Pembicara Dalam penanggulangan Bencana
ICS-100 dan ICS -200 Sebagi Pembicara Dalam penanggulangan Bencana ICS-100 dan ICS -200 Sebagi Pembicara Dalam penanggulangan Bencana

Facebook comments