Skip to main content
x
hukum Erwin Pasmawi

Proyek DPUPR 2019: 5 Proyek Gerbang Perbatasan, Hanya 1 Tuntas!

Lensabengkulu.com - Sebanyak 5 jenis paket proyek pembangunan gapura atau gerbang perbatasan Pemerintah Provinsi Bengkulu, hanya 1 paket yang dipastikan tuntas. Sedangkan 4 paket lainnya indikasinya bermasalah.

Pembangunan gerbang perbatasan itu yang tuntas dibangun yakni gerbang perbatasan di Kabupaten Kaur-Lampung. Sedangkan 4 paket pembangunan gerbang yang terindikasi tidak tuntas atau bermasalah yakni pembangunan gerbang perbatasan di Curup Rejang Lebong yang berbatasan dengan Lubuklinggau, Kepahiang yang berbatasan dengan Empat Lawang, Mukomuko yang berbatasan dengan Padang dan Bengkulu Selatan yang berbatasan dengan Pagar Alam.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas PUPR Provinsi Bengkulu Ir Mulyani melalui Kabid Cipta Karya Erwin Pasmawi di Bengkulu, Senin (16/12/2019).

Menurutnya terkait perihal ini maka perkerjaan tersebut akan dilakukan addendum atau diperpanjang dengan mekanisme denda terhadap pihak kontraktornya.

"Kemungkinkan akan diterapkan perpanjangan dengan mekanisme denda, karena kalau tidak dilakukan mekanisme ini maka tidak dapat dimanfaatkan, maka sayang sekali. Namun sebelumnya, kita akan berkoordinasi dengan Badan Pengelolan Keuangan dan Aset Daerah apakah disetujui nantinya," terangnya.

Lebih lanjut Erwin mengatakan, terhambatnya proyek itu dikarena faktor cuaca buruk sehingga pekerja sulit melanjutkan pekerjaan.

"Itu ada lima kontraktor yang mengerjakan, datanya dikantor tidak bisa disebutkan. Untuk yang kemungkinan yang selesai itu hanya satu dari 5 perkerjaan. Mungkin kendala cuaca hujan ini maka para perkerja kesulitan untuk menjalankan proyek tersebut," jelasnya.

Erwin menambahkan untuk anggaran yang telah diusulkan ke pihak legislatif dari bidang Cipta Karya pada tahun 2020 mendatang sebesar Rp 60 miliar untuk sebanyak 12 paket perkerjaan.

Erwin mengatakan, dipastikan pada tahun depan pihaknya tidak menganggarkan rehab Gedung Pemda Provinsi Bengkulu dan Pembangunan Gedung Web yang sebelumnya masuk dalam perencanaan yang ada.

"Tahun depan untuk rehab Gedung Pemda Provinsi Bengkulu tidak dianggarkan, selain itu juga pembangunan Gedung Web tidak dapat dianggarkan karena kekurangan anggaran. Namun hanya melanjutkan pembangunan masjid baitul izzah dianggarkan hanya sebesar Rp 4 miliar untuk penataan parkir disana, serta jogging track anggaran sebesar Rp 18 miliar. Selain itu juga pembangunan untuk mess Pemda sebesar Rp 13,5 miliar dianggarkan," sampainya.

"Mungkin karena tahun depan akan berlangsung Pilkada, maka dikucurkan untuk pelaksanaan tersebut. Untuk view tower juga tidak dianggarkan. Sedangkan hasil uji menilai harus dipertahankan atau direhab, ini masih kita bahas bersama nantinya," pungkasnya. [Rls]

Facebook comments