Skip to main content
x
konflik  nelayan Trawl dan nelayan tradisional konflik nelayan Trawl dan nelayan tradisional

Konflik Nelayan Trawl Dan Tradisonal Kembali Memanas

Lensabengkulu.com – konflik yang terjadi antara nelayan Trawl dan nelayan tradisional kembali memanas, dilansir dari bengkulutoday.com  antara nelayan tradisional dengan Kapal Trawl  kembali memanas sampai dikabarkan baku tembak  Jumat (5/4/2019).

"Benar ada baku tembak antar nelayan," kata Kapolres Bengkulu Utara AKBP Ariefaldi melalui Kasat Reskrim AKP M Jufri, dikutip dari Rmolbengkulu.com.

Terkait peristiwa itu, Polisi masih mengumpulkan data dan informasi.

Sementara dari video yang beredar, nampak petugas dari Polair tergesa-gesa sambail menenteng senjata laras panjang.

peristiwa baku tembak merupakan buntut dari konflik Nelayan Trawl Pulau Baii Bengkulu dan Nelayan Tradisional Kelurahan Malabero Kota Bengkulu.

Diduga hal ini dipicu terkait adanya dua Nelayan Trawl yaitu Agus, mengalami luka pada ketiak dan Bolang mengalami luka bagian paha lantaran diduga tertembak di Perairan Laut Palik Kabupaten Bengkulu Utara.

Informasi terhimpun, 1 unit Kapal DKP dengan 6 Personil Polair, TNI AL , KSKP dan Pers DKP Privinsi Bengkulu menjemput Korban yang saat ini berada di Pulau Tikus.

Saat ini massa dari masyarakat Nelayan Trawl berkumpul di area Jembatan pulau Baai, untuk menanti korban.

Kedua korban tersebut diduga ditembak oleh Nelayan Tradisional Pasar Palik, Kecamatan Air Besi , Bengkulu Utara.

Kedua korban merupakan awak kapal Asvi 06 dengan Nama tekong Cundu. Kejadian ini dilaporkan oleh haji Asek sekira pukul 08.00 WIB setelah mendapat telpon dari Tekong Cundu.

Wakapolda, Dir Krimsus, Dir Krimum, Dansat Brimob, Palaksa Lanal, AKBP Hilal Najmi (Pamen Polair) berada di Dermaga Pelindo untuk memantau situasi.

2 Pleton Pers Polres Bengkulu dipimpin Wakapolres Bengkulu stand by di Mako KSKP untuk antisipasi aksi Massa.

Sebelumnya 4 Kapal Nelayan Trawl berangkat ke laut dengan tujuan menjemput Korban dan rekan rekannya. Situasi di sekitar Dermaga Pulau Baai dan Perkampungan Nelayan Kelurahan Sumber Jaya masih berjalan seperti biasa, hanya saja ada Konsentrasi massa sekira 200 Orang.

Warga sekitar yang berkumpul di area Jembatan Pulau Baai membenarkan terkait adanya kejadian tersebut. Selain itu, ada beberapa nelayan tradisional menggunakan lima kapal mendatangi perairan kawasan Pulau Baii.

“Kami tadi dapat informasi adanya kapal nelayan tradisional yang ingin menyerang ke tempat kami. Mendapat informasi tersebut kami siaga disini untuk berjaga jaga,” kata Udin, salah satu warga setempat. [rls]

Facebook comments